Hari ini hari Libur NAsional yang membuat saya terjepit hari untuk masuk kerja. Otomatis dua hari ini saya nongkrong di rumah dengan pasangan, Tapi terlintas dalam pikiran saya untuk jalan-jalan melihat kelenteng gedung batu yang katanya ngetop banget di semarang. Akhirnya sekalian jalan dengan pasangan, saya ke pagoda di watugong dan terakhir di gedung batu ( yang katanya kondang banget itu) tapi saya jadi sangat sedih, Gedung batu yang katanya petilasan dari laksamana Muslim Cheng Ho yang terkenal dan termasyur itu memiliki beberapa kekurangan
- Saat harus masuk mendekati petilasan disini, satpam disana meminta saya keluar kalau hanya untuk berfoto Kecuali untuk sembahyang cara negeri asal sang Laksamana.
- Akhirnya saya bilang bahwa saya akan sembahyang, karena saya muslim saya pikir disini saya akan menjumpai minimal mushola untuk sholat (Sembahyang) Sesampainya saya didalam saya tidak menjumpai satu ruangpun untuk sholat ( sembahyang )
- Dalam relief tidak disebutkan bahwa sang Laksamana adalah Muslim, mungkin ada tapi batu-2 yang menceritakan perjalanan Laksamana Cheng Ho sudah banyak yang hilang. Sehingga informasi yang disampaikan sangat-sangat berkurang.
Hal ini sangat ironis banget, dimana saya yang saat ini bekerja di Surabaya (Hampir setiap jum'at sholat di mesjid Cheng Ho baik yang di Surabaya maupun di Pasuruan) saat saya ingin sholat di petilasan Laksamana muslim Cheng Ho di kota kelahiran saya sendiri, saya tidak menjumpai satu ruangan ( atau bilik kecil)pun yang menyatakan bahwa sang Laksamana adalah Muslim dan dapat digunakan untuk sholat.
Di bagian lain sungguh ironis bila orang jawa berkulit agak coklat tidak meyakinkan untuk mau sembahyang disitu. Padahal kalau kita mau membuka lembaran lalu pada saat tahun 2005 diperingati 600 tahun perjalanan sang Laksamana Cheng Ho, bantuan dari pemerintah propinsi untuk merenovasi area ini cukup besar tapi sekarang ini banyak bagian yang sudah rusak. Bila kita mau membuka area ini untuk Muslim, saya melihat potensi sangat besar untuk pemasukan kas ( katanya masih kekurangan biaya untuk renovasi ) sebagai bagian dari wisata religi bagi muslim di Indonesia ( bahkan Asia... ).
Mungkin ini bisa menjadi bahan perbaikan bahkan untuk dimengerti semua pihak yang merasa memiliki kota Semarang ini ( Nggak Tau yang nggak ngerasa ) khususnya pengelola Gedung Batu yang Terhormat.
Depp Blue Heart
Love Semarang Always
Hidup PSIS....!!!
Di bagian lain sungguh ironis bila orang jawa berkulit agak coklat tidak meyakinkan untuk mau sembahyang disitu. Padahal kalau kita mau membuka lembaran lalu pada saat tahun 2005 diperingati 600 tahun perjalanan sang Laksamana Cheng Ho, bantuan dari pemerintah propinsi untuk merenovasi area ini cukup besar tapi sekarang ini banyak bagian yang sudah rusak. Bila kita mau membuka area ini untuk Muslim, saya melihat potensi sangat besar untuk pemasukan kas ( katanya masih kekurangan biaya untuk renovasi ) sebagai bagian dari wisata religi bagi muslim di Indonesia ( bahkan Asia... ).
Mungkin ini bisa menjadi bahan perbaikan bahkan untuk dimengerti semua pihak yang merasa memiliki kota Semarang ini ( Nggak Tau yang nggak ngerasa ) khususnya pengelola Gedung Batu yang Terhormat.
Depp Blue Heart
Love Semarang Always
Hidup PSIS....!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar